Kamis, 05 April 2012

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Golongan pathogen

Organisme yang menyebabkan penyakit disebut patogen. suatu jasad saprofit yang mampu menghasilkan suatu produk, misalnya toksin yang mampu menyebabkan penyakit pada tumbuahan. patogen menyebabkan penyakit dengan cara :
  1. mengkonsumsi isi sel tumbuhan
  2. mengganggu metabolisme sel tumbuhan melalui toksin, enzim, atau zat tumbuh
  3. memblokir jaringan pembuluh
penyebab penyakit dibagi menjadi dua golongan, yaitu faktor biotis dan abiotis  :
             Biotis
                    Abiotis
  • Jamur
  • Bakteri
  • Virus
  • Nematoda
  • Ricketsia
  • Defisiensi unsur hara
  • Keracunan mineral
  • Kelembaban, suhu sinar yang tidak sesuai
  • Polusi
  • Reaksi tanah

A). Penyebab Penyakit Biotik
1.        Jamur Sebagai Penyebab Penyakit
Jamur termasuk dalam dunia tumbuh – tumbuhan, tallophyta, akan tetapi tidak mempunyai klorofil, sehongga untuk hidupnya memerlukaan sumber bahan organik dari inangnya.
bentuk vegetatifnya yang berupa thallus, yaitu sistem berupa benang yang disebut hifa. dalam perkembanganya hifa – hifa tersebut dapat membentuk berbagai struktur khusus yang memliki fungsi tertentu yatu:
  1. Haustorium, untuk menyerap unsur hara dari inang
  2. Sclerotium, untuk melindungi diri dari keadan lingkungan yang kurang menuntngkan
  3. Apresorium, untuk melekatkan diri pada inang dan sebagai persiapan menembus jaringan inang
  4. Stroma, tempat melekatnay tubuh buah
  5. Plectenchyma, merupakan jarinag yang tebal terbentuk dari anayaman hifa, biasanya merupakan dinding badan buah
  6. Alat – alat reproduksi, seperti : gametangium, sporangium, dan sporangiofor, konidium, konidiofor, khlamidospora.
jamur yang berpotensi sebagai penyakit yaitu yang berasal dari kelas :
  1. 1.       Plasmodiophoromicetes
yaitu parasit pada tanaman dan jamur lainya, yang berkembang biak  dalam jaringan  inangnya dan menyebabkkan gejala hiperplastik pada tanaman inang dan menghasilkan bentuk – bentuk seperti tumor
  1. 2.       Chytridiomycetes
yaitu parasit yang biasa menyebabkan kutil pada tanaman kentang
  1. 3.       Oomycetes
Jamur yang menyebabkan penyakit hawar daun pada tananman kentang dan embun palsu pada tanaman anggur. gejala yang tampak dari penyakit ini adalah timbulnya garis – garis hiau muda pada permukaan daun setelah itu warna putih muncul pada permukaan bawah daun, selanjutnya bagian yang terserang akan mengering ,sehingga daun akan mengkriting dan gugur.
  1. 4.       Zygomycetes
jamur yang menyebabkan busuk lunak pada ubi jalar. gejala yang nampak yaitu pada kulit umbi yang terinfeksi oleh jamur ini terdapat bercak berwarna coklat atau kehitaman yang tidak teratur. kemudian umbi yang teserang menjadi lunak, berair dan berserat – serat. pada daging buah mula  -mula berwarna kuning akan menjadi putih dan lunak.
  1. 5.       Ascomycetes
gejala yang ditimbulkan yaitu timbul bintik – bintik kecil berwarna hijau gelap (lebih gelap dari jaringan normal) pada daun, bunga, ranting atau cabang, kemudian bintik tersebut akan berwarna kehitaman. yang mengakibatkan mati kering. contoh penyakit yag disebabkan oleh jamur ini yaitu, penyakit “ scab “ pada tanaman apel, penyakit busuk buah dan kanker batang pada tanaman pear atau apel, penyakit tepung pada tanaman apel.
  1. 6.       Basidiomycetes
gejala yang ditimbulkan oleh jamur ini yaitu pada daun terdapat bercak – bercak seperti karat. setelah daun terinfeksi, daun akan mati sebelum tua dan tanaman akan tumbuh kerdil. contohnya padapenyakit karat pada serelia
  1. 7.       Deuteromycetes
Gejala awal dari serangan jamur ini ialah terjadinya pemucatan daun dan tulang daun. daun akan menguning dan layu sehingga daun mudah gugur. contohnya pada penyakit layu pada tanaman tomat.

2.       Bakteri Sebagai Penyebab Penyakit
Bakteri merupakan organisme kecil yang berukuran sekitar 0,2 – 1 mikrometer. kebanyakan jenis bakteri tidak memiliki klorofil, tidak mempunyai plastida dan tidak mempunyai inti; namun memiliki protoplasma yang mengandung DNA. Beberapa Bakteri menyebabkan penyakit pada tumbuhan jenis bakteri tersebut antara lain  dari Genus Pseudomonas Migula, Genus Xanthomonas Dows, Genus Rhizobium, Genus Agrobacterium, Genus Corynebacterium, Genus Erwinia, Genus Streptomycetes.
Agrobacterium merupakan bakteri berbentuk batang pendek, motil (dapat bergerak), flagela peritrik, menyebabkan hipertropi yang berupa gall pada akar dan batang. Hanya ada 5 jenis dari genus Agrobacterium yang merupakan patogen tanaman, dan yang paling dikenal yaitu Agrobacterium tumefaciens yang menyebabkan penyakit crown gall atau bengkak pada pangkal batang, akar, dan ranting tanaman gandum, anggur dan mawar, Agrobacterium rhizogenes penyebab penyakit akar berambut (hairy roots), dan Agrobacterium rubi penyebab penyakit bengkak pada batang, dahan, daun dan bunga tanaman oleander.
Corynebacterium merupakan bakteri berbentuk batang ramping, non-motil (ada yang motil yaitu : Corynebacterium flaccumfaciens dan C. poinseltae), kebanyakan menyebabkan layu tanaman. Genus Corynebacterium mempunyai ± 11 jenis yang bersifat patogen tanaman. Genus ini termasuk penyebab penyakit tanaman yang sampai sekarang belum pernah berarti. Contoh : Corynebacterium fasciens penyebab penyakit fasiasi pada dahan kapri, crysanthenum, Corynebacterium spedonicum penyebab penyakit layu bakteri pada kacang buncis, dan Corynebacterium michiganense penyebab penyakit layu bakteri pada tomat.
Erwinia merupakan bakteri berbentuk batang, motil, flagela peritrik, penyebab kematian jaringan yang bersifat kering, juga penyebab benjolan-benjolan, layu dan busuk basah. Genus Erwinia mempunyai ± 22 jenis yang bersifat patogen tanaman dan biasanya sangat sulit dikendalikan. Contoh : Erwinia amylovora penyebab penyakit fireblight pada apel, Erwinia carotovora penyebab penyakit busuk basah pada wortel dan sayuran lain sampai tembakau, Erwinia chrysanthemi penyebab penyakit busuk lunak pada kentang, talas dan nenas, Erwinia dissolvens penyebab penyakit busuk lunak pada batang jagung.
Pseudomonas merupakan genus terbesar sebagai penyebab penyakit tanaman, bakteri berbentuk batang, motil dengan flagela polar, koloni membentuk pigmen berwarna kehijauan yang larut dalam air. Genus Pseudomonas meliputi hampir separuh jenis bakteri yang mampu menimbulkan penyakit tanaman. Bakteri patogen ini menyebabkan gejala yang bervariasi mulai daribercak daun, hawar, busuk daun, sampai layu. Contoh : Pseudomonas solanacearum penyebab penyakit layu pada tanaman-tanaman Solanaceae dan jahe, Pseudomonas glycinea penyebab penyakit hawar daun kedelai, Pseudomonas phaseolicola penyebab penyakit bercak halo pada buncis, Pseudomonas pseudozoogloeae penyebab penyakit karat hitam pada tembakau, Pseudomonas malvacearum penyebab penyakit bercak bersudut pada kapas.
Genus Xanthomonas, yang mencakup hampir 60 jenis mampu menimbulkan penyakit pada tanaman. Bakteri berbentuk batang kecil, bergerak dengan satu flagela di ujung, koloni berlendir berwarna kuning. Gejala-gejala yang disebabkan oleh Xanthomonas juga bervariasi yang meliputi busuk, hawar dan bercak . Janis-jenis Xanthomonas mempunyai kekhususan terutama terbentuknya pigmen kuning pada koloninya. Contoh : Xanthomonas campestris penyebab penyakit hawar daun padi, kedelai dan busuk lunak pada talas, ubi kayu, Xanthomonas citri penyebab penyakit kanker pada jeruk, Xanthomonas malvacearum penyebab penyakit bercak bersudut pada kapas, Xanthomonas oryzae penyebab penyakit hawar daun padi.
Genus Streptomyces merupakan genus bakteri patogen tanaman yang hanya mempunyai dua jenis yang mampu menyebabkan penyakit tanaman. Sifat yang menonjol dari genus ini adalah adanya hifa halus ( < 1 μm) atau bentuk seperti benang yang bercabang-cabang dengan konidia pada ujung rantai hifa. Ukuran bakteri maupun konidianya tidak berbeda yaitu sekitar 1 – 2 μm. Pada benang ini, setiap sel berfungsi sebagai satu individu tersendiri. Selain itu, Streptomyces juga biasa membentuk endospora yang tidak dijumpai pada bakteri patogen lainnya. Genus ini sama dengan Corynebacterium yang kurang berarti kecuali Streptomyces scabies penyebab penyakit kudis pada umbi kentang dan Streptomyces ipomea penyebab penyakit kutil pada umbi jalar.

 3.       Virus Sebagai Penyebab Penyakit
Virus mempunyai wujud sub – mikroskopis yang hanya mampu hidup dan berkembang didalam organisme hidup lainya yang mengkibatkan penyakit. tanaman yang terserang virus biasanya menyebabkan berbagai macam gejala pada sebagian atau seluruh bagian dari tumbuhan. gejala ini biasanya penurunan laju pertubuhan dari tanaman itu sendiri yang megakibatkan pengerdilan dan tanaman menjadi berumur lebih pendek. gejala lain yang di akibatkan virus yaitu terdapat garis – garis hijau gelap putus – putus sepanjang tulang daun lateral dan akan terlihat jelas jika dilihat dari bawah permukaan daun. cara penyebaran virus melalui alat perkembang biakan vegetatif, melalui benih yang terinfeksi, melalui pollen, serangga, kutu, nematoda, dan jamur.
Contoh penyakit yang disebabkan virus yaitu
  • bean yellow mosaik virus
  • soybean stunt virus
  • soybean Dwarf virus
  • soybean mosaik virus
  • peanut mottle virus

4.       Penyakit yang disebabkan Nematoda
nematoda merupakan salah satu organisme yang menyebabkan penyakit dengan cara menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain, nematoda yang telah memakan tanaman yang sakit (terinfeksi oleh virus atau bakteri) akan membawa virus atau bakteri kedalam tubuhnya.
gejala yang ditimbulkan oleh nematoda yaitu
  1. nematoda bengkak, yang menyebakan bengkakan kecil yang mengandung banyak larva nematoda
  2. nematoda batang,  yang menyebabkan pembengkakan batang, penggulungan daunn, pengkerdilan, pembusukan umbi
  3. nematoda daun, yang menyebabkan nekrosis pada daun
  4. nematoda puru, yang menyebabkan puru – puru pada akar
  5. nematoda kista, yang menyebabkan tanaman menjadi lebih kecil. tetapi tidak terdapat bercak- bercak
Gejala yang Ditimbulkan Oleh Patogen tumbuhan
Sebagai akibat terganggunya pertumbuhan tanaman oleh penyakit, maka akan terjadi perubahan pada tanaman dalam: Bentuk, ukuran, warna, teksture dan lain-lain.
Perubahan tersebut seringkali merupakan gejala yang khas untuk penyakit tertentu. Tetapi adakalanya untuk satu macam penyakit menimbulkan lebih dari satu macam perubahan. Sering kali patogen penyebab penyakit tersebut dapat diketemukan pada jaringan yang terserang (internal) atau pada bagian permukan jaringan (eksternal) dalam bentuk tubuh buah, sclerotium dan sebagainya.
1.       Perubahan dalam warna.
Seringkali warna hijau pada bagian tanaman yang terserang berubah menjadi warna kuning. Perubahan tesebut dapat terjadi oleh berbagai berikut sebab :
  • Etiolasi. Akibat kekurangan cahaya atau terlalu lama tumbuh di tempat gelap.
  • Khlorosis. Akibat temperatur rendah, kekurangan Fe, terserang virus, gangguan oleh cendawan, bakteri dan sebagainya.
  • Khorornosis. Warna hijau dirubah oleh zat yang memberi warna, merah jingga dan sebagainya.
  • Albino. Tanaman gagal membentuk zat warna.
2.       Pertumbuhan yang berlebihan (hipertrofi)
Terjadi pembesaran secara abnormal dalarn ukuran dari organ tanaman. Hal ini terjadi karena adanya perangsangan terhadap jaringan tanaman untuk tumbuh secara berlebihan.Pembesaran organ tanaman ini dapat terjadi karena hiperflasia atau hipertrofi atau karena keduanya yang terjadi sekaligus.Hiperflasia: pembesaran dalam ukuran secara abnormal karena bertambah dalam jumlah sel. Hipertrofi: pernbesaran karena pertambahan besar dalam ukuran sel.Pertambahan besar keadaan ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang disebabkan oleh berbagai penyakit:
  • Puru (galls). Salah bentuk (malformation) dengan bentuk yang agak bulat seperti Crown gall, alcar gada, bintil akar dan sebagainya.
  • Keriting (curl). Bentuk ini terjadi karena ada pertumbuhan yang lebih cepat pada salah satu bagian dari organ tanaman (antara lain daun).
  • Sapu (witches broom). Sejumlah percabangan timbul dari bagian tertentu sehingga merupakan berkas yang menyerupai sapu.
  • Akar berambut (hairy root). Sejumlah akar halus yang dibentuk secara abnormal.
  • Intumescence. Pembengkakan yang menyerupai kudis yang terdiri dari parankhima.
3.       Atrofi, hipoplasia atau kerdil.
Terjadinya kekerdilan ini sebagai akibat adanya penghambatan daIam pertumbuhan. Seluruh tanaman atau hanya terbatas pada bagian tertentu saja dapat menunjukkan gejala kerdil.
4.       Nekrosis.
Keadaan dimana sel tanaman atau ogran tanaman mati sebagai akibat adanya aktivitas patogen. Terdapat berbagai bentuk gejala nekrotik yang disebabkan oleh berbagai patogen yang berbeda pada bagian tanaman yang, diserangnya:
  1. Bercak. Sel-sel yang rnati hanya terjadi pada luasan terbatas dan biasanya bewarna kecoklat-coklatan. Sebelum terjadi di kematian sel warnanya agak kekuning-kuningan. Bagian jaringan yang mati seringkali sobek dan terpisah dari jaringan yang ada sekitarnya yang. masih sehat. Gejala tersebut disebut shot-hole atau tembus peluru. Bentuk, lesio dari bercak ini dapat bundar, segi empat bersudut, atau tidak teratur. Sisi bercak berwarna jingga, coklat, dan sebagainya seringkali pada bercak tersebut terlihat adanya tubuh buah.
  2. Streak dan shipe. bagian yang nekrotik memanjang masing-masing sepanjang tulang daun dan di antara tulang daun
  3. Kanker. Terjadi kematian sel kulit batang terutama pada tanaman berkayu. Permukaan bercaknya agak tertekan kebawah atau bagian kulitnya pecah sehingga terlibat bagian kayunya. Pada bagian yang pecah tersebut dapat terlihat adanya tubuh buah cendawan.
  4. Blight. Menyerupai bentuk yang terbakar. Gejala ini terjadi jika sel-sel organ tanaman mati secara cepat (daun, bunga, ranting dan sebagainya). Bagian tanaman tersebut menjadi coklat atau hitam.
  5. Damping – off (lodoh). Keadaan di mana batang tanaman diserang permukaan tanah. Bagian tanaman yang terserang disekitar permukaan tanah tertekan sehingea tidak mampu untuk menahan beban yang berat dari bagian atas tanaman.
  6. Terbakar, scald atau scorch. Bagian tanaman yang sukulen mati atau berwarna coklat akibat temperatur tinggi.
  7. Busuk. Bagian yang terserang mati, terurai dan berwarna coklat. Hal ini disebabkan oleh serangan cendawan dan bakteri yang menguraikan ikatan antara dinding sel oleh berbagai enzym. Tergantung dari bagian tanaman yang, terserang maka terdapat berbagai gejala busuk seperti busuk akar, busuk batang, busuk- pucuk, busuk buah. Tergantung pada tipe pembusukan maka terdapat busuk basah, busuk lunak, busuk kering.
  8. L a y u. Efek dari gejala layu ini daunnya kehilangan ketegarannya dan layu. Gejala ini diakibatkan oleh kerusakan bagian perakaran, penyumbatan saluran air atau oleh senyawa yang beracun yang dikeluarkan oleh patogen yang terbawa oleh aliran air kebagian atas tanaman.
  9. Die-back. Terjadi kematian ranting atau cabang dari bagian ujung atasnya dan meluas kebagian sebelah bawahnya.
  10. Gugur daun, bunga, buah sebelum waktunya. Hal ini disebabkan oleh gangguan fisiologi atau sebagai akibat tidak langsung oleh gangguan patogen.
Perubahan organ tanaman (transportasi) dari organ tanaman jadi bentuk lain. Bagian tanaman diganti oleh struktur cendawan, seperti bunga yang baru terbuka mengandung kumpulan. spora (smut) atau perbungaan yang seharusnya dibentuk dirubah menjadi bentuk daun (filodi).

B). Penyakit abiotik
Penyakit abiotik merupakan penyakit tanaman yang disebabkan oleh penyebab penyakit noninfeksius atau tidak dapat ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain, sehingga penyakit abiotik juga disebut penyakit noninfeksius. Agen penyebab penyakit abiotik dapat dikelompokan menjadi banyak kelompok, 10 diantaranya akan disampaikan dalam tulisan ini.
1. Suhu (temperatur) tinggi dan sinar matahari. Beberapa tanaman tertentu daapat mengalami kerusakan dengan adanya suhu yang terlalu tinggi disertai dengan sinar matahari terik. Daun-daun muda tanaman terutama tanaman semusim dapat mengalami kelayuan permanen dan akhirnya mati. Warna daun berubah menjadi coklat kemerahan. Gejala kerusakan inidisebut sun-scald. Kerusakan tanaman oleh suhu tinggi dan sinar matahari yang terik ini dapat meningkat oleh keadaan kelembaban yang terlalu rendah. Kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari langsung pada suatu area biasanya relatif kecil dan pada tanaman-tanaman pertanian biasanya kerusakannya juga sulit dibedakan dengan kerusakan yang disebabkan oleh penyebab penyakit lain. Kerusakan ini biasanya dijumpai pada tanaman-tanaman yang banyak mengandung air, seperti : tomat, kentang, tembakau, dan tanaman-tanaman Cruciferae.
2. Suhu (temperatur) rendah. Suhu rendah terutama akan menimbulkan kerusakan pada buah dan sayuran. Kerusakan yang terjadi disebabkan karena terbentuknya kristal-kristal es intraseluler atau interseluler maupun keduanya. Selain itu suhu yang rendah dapat menimbulkan lapisan frost pada tanah sehingga menghalangi akar untuk menyerap air yang diperlukan untuk mengimbangi transpirasi yang dilakukan oleh daun.
3. Oksigen yang tidak sesuai. Blackheart pada kentang merupakan salah satu contoh penyakit yang umum dijumpai karena kurangnya oksigen selama masa penyimpanan kentang di gudang-gudang penyimpanan. Gejala penyakit ini berupa nekrotis pada umbi, mula-mula berwarna kemerahan kemudian coklat kemerahan, coklat, coklat tua dan akhirnya jaringan umbi berwarna hitam. Untuk memperkecil respirasi maka sebaiknya umbi disimpan dalam ruangan yang bersuhu rendah (36–40oF). Penyimpanan dalam ruangan bersuhu rendah ini dapat mengurangi penggunaan oksigen dan cara ini juga dapat menghambat perkembangan bakteri dan jamur pasca panen.
4. Kelembaban tanah yang tidak sesuai. Keadaan tanah dengan kelembaban yang sangat rendah dapat menimbulkan kelayuan permanen pada tanaman dan menyebabkan kematian tanaman tersebut. Sebaliknya kelembaban tanah yang terlalu tinggi akan menyebabkan terjadinya pembusukan akar dan bagian-bagian tanaman lain yang berada di dalam tanah, sehingga juga aakan menyebabkan kematian tanaman.
5. Hujan es dan angin. Kerusakan tanaman yang disebabkan oleh hujan es tergantung pada jenis tanaman, tingkat pertumbuhan tanaman, ukuran hujan es, dan keadaan cuaca yang mengikuti hujan es tersebut. Kerusakan dapat berupa lubang-lubang kecil sampai sobekan pada daun, sehingga terjadi pengguguran daun dan hancurnya tanaman yang bersangkutan. Angin kencang dan hujan disertai angin kencang menimbulkan beberapa bentuk kerusakan pada tanaman. Daun-daun tanaman dapat sobek, tercabik-cabik dan basah, sehingga akan memudahkan terjadinya serangan bakteri atau jamur. Angin yang sangat kencang dapat merobohkan tanaman, sehingga terjadi kerusakan fisik dan memungkinkan terjadinya pembusukan.
6. Keracunan mineral. Tanaman mempunyai tanggapan (respon) yang berlainan terhadap keasaman tanah. Tanah yang bersifat asam dapat meracuni beberapa jenis tanaman tertentu. Tanaman-tanaman yang mengalami keracunan akan menunjukan gejala yang bervariasi dari perubahan warna (klorosis), layu, bercak, penebalan daun, kerdil sampai mati.
7. Defisiensi (kekurangan) mineral. Defisiensi mineral pada jenis tanaman yang berlainan kemungkinan akan menunjukan gejala yang sama, akan tetapi sulit untuk menentukan secara tepat mineral apa yang mengalami defisiensi. Ada 13 elemen unsur mineral penting yang diperlukan tanaman, dan kekurangan salah satu atau lebih unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan penyakit tanaman. Unsur-unsur tersebut yaitu : C, H, OS, K, P, N, B, Mn, Mg, Na, Si, Cl.
8. Senyawa kimia alamiah yang beracun. Ada jenis tumbuhan tertentu yang menghasilkan senyawa kimia yang bersifat meracun terhadap tumbuhan lain, misalnya : juglone (5-hidroksi-1,4-napthoquinone) yang dihasilkan oleh pohon walnut (black-walnut). Senyawa tersebut bersifat meracun terhadap tanaman tomat, kentang, alfalfa, apel, dan beberapa tanaman lainnya.
9. Senyawa kimia pestisida. Kerusakan tanaman yang termasuk kategori ini biasanya disebabkan oleh :
a. Pemakaian pestisida yang salah, misalnya : salah jenis pestisida, dosisnya tidak    tepat, dan aplikasinya tidak sesuai.
b. Keracunan tanaman karena sisa-sisa pestisida yang menguap (fumigan)
c. Residu pestisida yang fitotoksik
10. Polutan udara yang meracun. Polutan udara yang menimbulkan kerusakan tanaman seiring dengan peningkatan jumlah industri dan pemanfaatan energi di suatu daerah.

Jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus
A.    Penyakit tanaman yang disebabkan Oleh bakteri

1.      Penyakit Layu
Penyakit layu ini menyerang tanaman nilam Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum dan dapat menurunkan produksi nilam 60%. Gejala awal serangan penyakit berupa salah satu daun pucuk layu dan diikuti dengan daun bagian bawah. Setelah terlihat gejala lanjut dengan intensitas serangan di atas 50%, tanaman akan mati dalam waktu 7 hari.
2.      Penyakit Hawar Daun Tanaman Padi
Penyakit ini menyerang tanaman padi. Tanaman ini menyerang pada bagian daun padi. Penyakit ini disebabkan olr bakteri yang bernama Xanthomonas oryzae. Kerugian yang ditimbulkan sangatlah nyata, penurunan produksi yang diakibatkannya mencapai 50%. Serangan penyakit ini dimulai dengan gejala bercak kuning sampai putih berawal terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi helaian daun. Bercak dimulai dari salah satu atau kedua tepi helaia daun, atau pada tiap bagian helaian daun yang rusak dan berkembang hingga menutupi seluruh bagian helaian daun.
3. Penyakit Layu pada Cabai
Penyebab layu ini adalah Pseudomonas solanacearum yang serangannya ditandai dengan gejala layu pada tanaman cabe yang mengalami kesembuhan pada waktu sore hari, tetapi lama kelamaan kelayuannya terjadi secara keseluruhan dan menetap. Bakteri ini menyerang hamper seluruh bagian tanaman cabai. Intensitas serangan ditimbulkan bervariasi

4. Penyakit Busuk Akar Tanaman Anggrek
Penyakit ini disebabkan oleh Bakteri pseudomonas (bakteri penyebab) menyerang bagian akar tanaman anggrek grammatophyllum sehingga mengakibatkan akar busuk.dikenal. Jenis bakteri aerob atau bakteri yang dapat hidup dan menyebar melalui oksigen. Sehingga jika menemukan tanaman anggrek yang akarnya membusuk harus segera dibuang atau dibakar agar tidak menyebar ke anggrek yang lain.
5. Hama Nematoda pada tanaman
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Nematoda rhadinaphelenchus cocophilus. Bakteri ini menyerang tanaman kelapa Gejala yang terserang hama ini adalah daun baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak, daun berubah menjadi kuning kemudian mongering, tandan bunga membusuk dan tidak membuka sehingga tidak menghasilkan buah, pengendaliannya meracuni pohon yang terserang dengan natrium arsenit dan setelah mati / kering segera dibongkar untuk menghilangkan sumber infeksi.
B. Penyakit Tanaman Disebabkan Oleh Jamur
1. Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai
Penyebab dari penyakit ini adalah adannya cendawan yang bernaman Colletotrichum capsici. Cendawan ini menyerang bagian buah tanaman cabai. Gejala awal yang dapat dikenali dari serangan penyakit tanaman cabai ini adalah adanya bercak yang agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Belum ada cara untuk mengembalikan buah yang terkena cendawan in 100%.
2. Penyakit garis kuning pada daun
Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan yang bernama Fusarium oxysporum. Cendawan ini menyerang bagian daun tanaman yang belum terbuka. Menyerang pada tanaman kelapa terutama bibit.Gejala serangan yang ditimbulkan adalah Infeksi penyakit sudah terjadi pada saat daun belum membuka, Setelah daun membuka akan tampak adanya bulatan-bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat tempat konidiofora, Bagian-bagian tersebut kemudian mengering.
3. Penyakit batang dry basal rot.
Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan yang bernama Ceratocyctis paradoxa.cendawan n menyerang bagian buah pada tanaman. Menyerang pada tanaman kelapa - kelapan. Gejala serangan yang bisa diamati tandan buah yang sedang berbunga mengalami pembusukan, pelepahnya mudah patah, tetapi daun tetap berwarna hijau untuk beberapa saat, meskipun pada akhirnya akan membusuk dan mongering. Semua gejala tersebut sesungguhnya disebabkan karena terjadinya pembusukan (busuk kering) pada pangkal batang.
4.      Penyakit busuk tandan (bunch rot)
Penyebab dari penykit ini adalah cendawan yang bernama Marasmius palmivorus sharples. Tanaman ini juga menyerang tanaman kelapa sawit. Gejala serangan buah yang matang dan dapat menembus daging buah, sehingga menurunkan kualitas minyak sawit. Pengendalian tindakan pencegahan dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan dan sanitasi kebun terutama pada musim hujan.
5. Penyekit Akar Putih
Penyebabnya adalah cendawan yang bernaman Rigidoporus lignosus. Cendawan ini menyerang tanamann karet. gejala yang bisa diamati adalah tanaman yang terserang warna daunnya menjadi pucat, ranting-ranting ujungnya mati, dan kadang-kadang tanaman muda yang teserang berbunga lebih awal. Akar tanaman yang terserang terdapat hifa cendawan yang berwarna putih. Penularan penyakit akar putih terjadi melalui persinggungan antara akar karet dengan sisa-sisa akar tanaman lama.

C. Penyakit Tanaman Disebabkan Oleh Virus
1. Penyakit Virus Belang
Penyakit virus belang menyerang pada tanaman kacang tanah. Kehilangan basil akibat serangan penyakit virus belang berkisar 10 -60% tergantung dari jenis kacang tanah. Penyakit belang disebabkan oleh virus yang diidentifikasi sebagai virus Belang Kacang Tanah atau Groundnut Mottle Virus. Gejala yang sering dijumpai di lapang adalah gejala belang berwama hijau tua dikelilingi daerah yang lebih terang atau hijau kekuning-kuningan. Pada umumnya gejala awal pada daun muda terluhat adanya bintik- bintik klorotik yang selanjutnya berkembang menjadi belang-belang melingkar. a terdapat pada lembaga biji tanaman sakit.
2.      Penyakit Tungro
Penykit ini menyerang pada padi tepatnya pada bagian daun padi. Intensitas serangan bergantung pada tingkat ketahanan varietas padi dan umur tanaman pada saat terinfeksi. Gejalanya tampak pada perubahan warna pada daun muda menjadi kuning oranye dimulai dari ujung daun, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Gejala penyakit tersebar mengelompok, hamparan tanaman padi terlihat seperti bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman sehat dan yang terinfeksi.
3.      Penyakit Mozaik (Belang – Belang) jeruk
Penyebabnya adalah virus CVPD (Citru vein Phloem Degeneration). Yang diserang bagian batang, daun, dan buah. Gejalanya daun menguning dan belang-belang, tulang-tulang daunnya seperti jala. Virus ini merang pembuluh tapis jeruk, kuncup daun jeruk bewarna kuning.
4.      Penyakit mozaik pada pada Tembakau
Virus yang menyerang tanaman tembakau ini adalah virus yang bernama TMV (Tobacco Mosaic Virus) menyerang daun tembakau dan juga dapat menyerang buah. Gejala yang yang bisa diamati adalah daun menguning.
5.      Penyakit Bercak
Virus yang menyerang tanaman ini adalah virus TYMV (Turnip Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini menyerang bagian daun tanaman lobak. Gejala yang bisa diamati adalah lobak menjadi berwarna kuning (menguning).

2 komentar: